Tentang Tanaman Umbi Kentang

tepung.NET - Kentang dalam jajaran makanan pokok di dunia selain dari beras dan gandum. Asal mula kentang diyakini orang berasal dari dataran tinggi Andes yang berada Amerika selatan. Sebuah organisasi internasional International Potato Centre (IPC) menyatakan bahwa Andes merupakan dataran tinggi pusat konservasi ke-aneka keragaman hayati  kentang. Tenaman dari keluarga umbi ini dapat pula dikembangkan dibudidayakan pada negara yang mempunyai iklim sedang, tropis, dan subtropis. Di negara kita Indonesia ini tanaman kentang dibudidayakan oleh petani-petani yang berada di dataran tinggi antara 800 sampai dengan 1800 MDP.

Kentang merupakan keluarga umbi, dan merupakan tanaman yang mempunyai rentang usia yang tidak panjang, sifat dari tumbuh nya adalah menyemak dan menjalar juga mempunyai batang yang berbentuk segiempat pada daun pula batangnya mempunyai warna hijau kemerahan ya lebih pada mendekati pada warna ungu.

Umbinya dimulai dari cabang samping yang menjalar masuk kedalam tanah yang mempunyai fungsi sebagai tempat untuk menyimpan karbohidrat sehingga bentuknya akan membengkak, umbi ini akan mengeluarkan tunas dan pada nantinya akan membentuk cangan yang baru.

Berikut ini penjabaran morfologi

Klasifikasi ilmiah dari tanaman kentang yang dikutip dari Setiadi (2009), yakni:
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta (Spermatophyta)
Kelas : Magnoliophyta (Dicotyedonae/Berkeping Dua)
Subkelas: Asteridae
Ordo: Solanales/Tubiflorae (Berumbi)
Famili: Solanaceae (Berbunga terompet)
Genus : Solanum (Daun mahkota berletakan satu sama lain)
Seksi: Petota
Spesies: Solanum tuberosum
Nama binomial: Solanum tuberosum LINN. (Solanum tuberosum L.)


Kentang adalah tanaman dikotil yang mempunyai sifat semusim saja berbentuk semak / herba, untuk masa pertumbuhan tanaman kentang melalui empat fase. Pertama pertumbuhan vegetatif yaitu dimana munculnya tunas pada usia antara dua sampai dengan empat minggu sampai dengan fase inisiasi. 

Lalu pada fase inisiasi ini diikuti pula dengan pembentukan stolon yang dilanjutkan dengan pembesaran pada batang umbi yang mana terjadi pada usia tujuh sampai dengan delapan minggu nah yang terakhir adalah masa pemasakan tanaman kentang memerlukan waktu selama dua sampai dengan tiga minggu. 

Pada fase ini ditandai dengan terbentuknya kulit umbi kemudian bagian atas dari tanaman akan berwarna kekuning-kuningan dan mati. Sehingga jumlah waktu yang diperlukan selama proses pertumbuhan kentang adalah sekitar 13-20 minggu atau 90-140 hari. Dari jumlah hari tersebut dapat dikatakan bahwa kentang merupakan tanaman berumur pendek (Sunarjono, 2007).

Dalam Sumarni dkk, (2013) kentang cocok di tanam di daerah subtropis dan di dataran tinggi tropika pembentukan umbi terjadi dengan baik pada suhu siang 25oC dan suhu malam 17oC atau lebih rendah. Suhu perakaran yang baik untuk pertumbuhan umbi adalah 14,9oC sampai 17,7oC. Tanaman kentang tumbuh dengan baik pada lingkungan dengan suhu rendah, yaitu 15 oC sampai 20oC, serta cukup sinar matahari (313 W/m2) dengan kelembaban udara 80-90% (Sunarjono, 2007).


Ads go here

Comments

Archive

Contact Form

Send