f Tehnologi Pemrosesan Pangan (Tepung Kentang) bagian 1 | Distributor Tepung Kentang Potato Starch Flakes

$type=slider$snippet=hide$cate=0

Tehnologi Pemrosesan Pangan (Tepung Kentang) bagian 1

I PENDAHULUAN Bab ini akan mengulas tentang: (1) Latar Belakang, (2) Arah Eksperimen, serta (3) Prinsip Eksperimen. 1.1. Latar Belakang K...

I PENDAHULUAN
Bab ini akan mengulas tentang: (1) Latar Belakang, (2) Arah Eksperimen, serta (3) Prinsip Eksperimen.

1.1. Latar Belakang
Kentang adalah satu dari 4 tanaman inti yang banyak ditanam di dunia, dengan luas tempat seputar 20 milyar hektar serta produksi sampai 300 milyar ton. Sejumlah besar kentang dibuat oleh Beberapa negara Eropa serta negara di Amerika Utara sedang produksi kentang paling besar di Asia dibuat oleh Cina serta India (Diputri, 2009).
Kentang sejumlah besar diproses serta dikonsumsi cuma hanya jadi sayuran atau berbentuk olahan makanan tradisionil yang ditingkatkan berdasar rutinitas serta resep tradisionil. Tetapi sekarang sudah ditingkatkan satu tehnologi untuk tingkatkan nilai ekonomi kentang, dimana kentang diproses jadi tepung kentang. Di Beberapa negara Eropa pada terutamanya, industri pemrosesan kentang jadi tepung kentang yang selanjutnya diproses jadi beberapa jenis produk terus ditingkatkan dari cara simpel sampai kekinian (Diputri, 2009).
Kentang digunakan jadi tepung sebab terhitung umbi-umbian yang banyak terkandung karbohidrat berbentuk pati hingga bisa dikeringkan membuahkan tepung dengan memakai proses-proses. Tapi kekurangan dari kentang yakni memiliki kandungan banyak air hingga produk tepung yang dibuat akan tambah lebih dikit dibanding dengan produk tepung dari umbi-umbian yang lain.
Dibanding dengan bahan baku lain seperti jagung, gandum, ubi serta yang lain, tepung kentang ini mempunyai kandungan protein serta lemak yang rendah, suhu gelatisasi yang rendah dan bisa disimpan dengan kandungan air yang tinggi tanpa ada memunculkan berbau apek. Diluar itu, dibanding dengan tepung dengan bahan baku yang lain, tepung kentang mempunyai butiran tepung yang semakin besar (Diputri, 2009).
Tepung kentang ini banyak dipakai untuk bahan baku pengerjaan makanan ringan, makanan bayi, mie instant, saus, makanan rendah kalori, makanan ternak. Diluar itu tepung kentang ini dipakai jadi bahan baku pengerjaan plastik paket, pembalut wanita, kapsul untuk industri obat-obatan , kertas serta beberapa bahan bangunan dalam industri tekstil (Diputri, 2009).
Proses pengeringan adalah proses pangan yang pertama-tama dikerjakan untuk mengawetkan makanan. Tidak hanya untuk mengawetkan bahan pangan yang gampang rusak atau busuk pada keadaan penyimpanan sebelum dipakai, pengeringan pangan turunkan ongkos serta kurangi kesusahan dalam pengemasan, perlakuan, pengangkutan serta penyimanan, sebab, dengan pengeringan bahan jadi padat serta kering, hingga volume bahan lebih singkat, gampang serta irit ruangan dalam pengangkutan, pengemasan atau penyimpanan. Selain itu banyak bahan pangan yang dikonsumsi sesudah dikeringkan, seperti teh, kopi, coklat serta beberapa macam biji-bijian. (Wirakartakusumah, 1992).
Pengeringan bahan hasil pertanian seringkali dikerjakan jadi usaha pengawetan, proses pengeringan bisanya diteruskan dengan proses penepungan untuk mengahasilkan bahan yang siap untuk diproses selanjutnya (Desrosier, 1988).
Lewat cara pengeringan atau penepungan, bahan hasil pertanian (sayur mayur) itu mempunyai keuntungan tertentu, yakni daya tahannya bisa tahan lama, perkembangan mikroorganismenya bisa dihambat. Sebab umumnya sayur mayur sifatnya gampang rusak atau busuk (Desrosier, 1988).
Proses pengeringan dalam satu bahan pangan biasanya bisa menyebabkan pergantian karakter fisika serta kimianya. Warna, aroma, struktur serta penampakan adalah satu diantara persyaratan penilaian yang benar-benar punya pengaruh pada kualitas tepung kentang tidak hanya nilai gizinya, hingga butuh dicari keadaan pengeringan yang optimum pada karakter karakter tepung kentang (Desrosier, 1988).
1.2. Arah Eksperimen
Arah eksperimen pengerjaan tepung ialah untuk turunkan kandungan air pada bahan pangan samapi batas tersendiri hingga meminimalisir serangan mikroorganisme, enzim, serta insekta perusak serta mengkontaminasi bahan.
1.3. Prinsip Eksperimen
Prinsip eksperimen pengerjaan tepung berdasar perpindahan panas dengan konduksi serta konveksi serta berdasar pengurangan kandungan air sampai batas tersendiri serta dilanjtkan dengan proses reduksi sampai memiliki ukuran 100 mesh, hingga bahan berupa tepung.

COMMENTS

Name

Artikel Tepung,14,CHEMICAL,1,POTATO FLAKES,2,POTATO STARCH,1,PRODUK,2,Resep,2,TEPUNG KENTANG,4,
ltr
item
Distributor Tepung Kentang Potato Starch Flakes: Tehnologi Pemrosesan Pangan (Tepung Kentang) bagian 1
Tehnologi Pemrosesan Pangan (Tepung Kentang) bagian 1
https://1.bp.blogspot.com/-eYYsXtv11aA/XYMu4fNDmVI/AAAAAAAAAgs/0CPqb0j_MXQThDXA9oZpC0eqgdnrwCehQCLcBGAsYHQ/s320/ps12.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-eYYsXtv11aA/XYMu4fNDmVI/AAAAAAAAAgs/0CPqb0j_MXQThDXA9oZpC0eqgdnrwCehQCLcBGAsYHQ/s72-c/ps12.jpg
Distributor Tepung Kentang Potato Starch Flakes
https://www.tepung.net/2019/09/tehnologi-pemrosesan-pangan-tepung.html
https://www.tepung.net/
http://www.tepung.net/
http://www.tepung.net/2019/09/tehnologi-pemrosesan-pangan-tepung.html
true
4778778917823617353
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy